top of page
Search

Kisah Nabi Sulaiman dan Ratu Semut yang Sayang Kepada Rakyatnya

  • Writer: HMI FBE UII
    HMI FBE UII
  • Mar 6, 2021
  • 2 min read

Updated: Mar 12, 2021


Oleh: Ahada Dzulfikar


Di zaman sekarang ini kita sangat merindukan pemimpin yang dapat mengayomi dan memberikan kasih sayang kepada rakyatnya bukan menebarkan kebencian dan ketakutan yang

dapat menyengsarakan rakyat sehingga menjadikan negeri menjadi berkah. Keberkahan itu akan menghilangkan kebencian dan ketakutan serta melindungi dari kejahatan yang mengancam sehingga terciptanya keamanan bagi semua rakyat dan merekapun memiliki hidup yang tenang dan damai. Tetapi pada jaman sekarang hal-hal tersebut sudah banyak yang hilang sehingga kami disini akan berbagi sedikit pencerahan kepada pembaca sekalian.


Sudah menjadi hal biasa dikehidupan ini banyak sekali orang yang baik tetapi ada juga orang yang jahat, keadilan dilawan denga kemungkaran, kejujuran dilawan dengan kebohongan, dll. Orang sombong adalah orang yang tidak mau mengakui kebenaran dan menyepelakan orang lain, orang sombong biasanya memiliki kelebihan daripada orang lain, contohnya kisah Firaun yang tidak pernah sakit semasa hidupnya dan akhirnya menjadi sombong dan mengaku dirinya sebagai Tuhan yang layak disembah.


Berbeda dengan zaman Nabi Sulaiman AS yang memiliki harta yang sangat banyak,Ilmu yang melimpah dan juga kerajaan yang bisa menundukkan semua bangsa, tetapi tidak terbesit dalam hatinya kesombongan. Beliaupun sangan menghormati ratu semut yang sangat menyayangi rakyatnya. Hal ini dijelaskan pada surat An-naml ayat 17-19 :

وَحُشِرَ لِسُلَيْمَـٰنَ جُنُودُهُۥ مِنَ ٱلْجِنِّ وَٱلْإِنسِ وَٱلطَّيْرِ فَهُمْ يُوزَعُونَ [٢٧:١٧]
Dan dihimpunkan untuk Sulaiman tentaranya dari jin, manusia dan burung lalu mereka itu diatur dengan tertib (dalam barisan).
حَتَّىٰٓ إِذَآ أَتَوْا۟ عَلَىٰ وَادِ ٱلنَّمْلِ قَالَتْ نَمْلَةٌۭ يَـٰٓأَيُّهَا ٱلنَّمْلُ ٱدْخُلُوا۟ مَسَـٰكِنَكُمْ لَا يَحْطِمَنَّكُمْ سُلَيْمَـٰنُ وَجُنُودُهُۥ وَهُمْ لَا يَشْعُرُونَ [٢٧:١٨]
Ketika mereka sampai di lembah semut berkatalah seekor semut: Hai semut-semut, masuklah ke dalam sarang-sarangmu, agar kamu tidak diinjak oleh Sulaiman dan tentaranya, sedangkan mereka tidak menyadari”;
فَتَبَسَّمَ ضَاحِكًۭا مِّن قَوْلِهَا وَقَالَ رَبِّ أَوْزِعْنِىٓ أَنْ أَشْكُرَ نِعْمَتَكَ ٱلَّتِىٓ أَنْعَمْتَ عَلَىَّ وَعَلَىٰ وَ‌ٰلِدَىَّ وَأَنْ أَعْمَلَ صَـٰلِحًۭا تَرْضَىٰهُ وَأَدْخِلْنِى بِرَحْمَتِكَ فِى عِبَادِكَ ٱلصَّـٰلِحِينَ [٢٧:١٩]
maka dia tersenyum dengan tertawa karena (mendengar) perkataan semut itu. Dan dia berdoa: “Ya Tuhanku berilah aku ilham untuk tetap mensyukuri nikmat Mu yang telah Engkau anugerahkan kepadaku dan kepada dua orang ibu bapakku dan untuk mengerjakan amal saleh yang Engkau ridhai; dan masukkanlah aku dengan rahmat-Mu ke dalam golongan hamba-hamba-Mu yang saleh”.

Dari dalil diatas kita dapat menarik cerita bahwa Nabi Sulaiman AS adalan sosok Nabi yang cerdas dan kaya raya, tetapi beliau tidak pernah lupa bahwa kenikmatan yang dimilikinya merupakan sesuatu yang diberikan oleh Allah SWT sehingga beliau selalu memanjatkan syukur kepada Allah SWT atas apa yang sudah diberikanNya. Beliau juga berdoa kepada Allah SWT untuk terus melimpahkan rasa syukur kepadanya. Nabi Sulaiman AS sangat memahami rasa khawatir dan takut dari para semut sehingga beliau mengajak pasukannya untuk memutar dan mencari jalan lain untuk sampai ke tujuan mereka. Karena itu para semut pun kagum kepada Nabi Sulaiman AS sehingga para semut menaruh rasa hormat kepada Nabi Sulaiman AS yang telah memberikan keselamatan kepada para semut itu sehingga dapat hidup dengan tenang lagi.


Pelajaran yang dapat diambil dari kisah diatas adalah jauhi sifat sombong karena dapat menyebabkan jauhnya kebijakan pada diri seseorang. Nabi Sulaiman dan ratu semut menginspirasi kita semua bahwa para pemimpin harus selalu mengdepankan rakyatnya terlebih dahulu karena tugas pemimpin seharusnya melayani rakyat sehingga kepentingan rakyat dapat terpenuhi dan rakyat pun tidak hidup sengsara. Dan juga kita harus mensyukuri semua nikmat yang diberikan oleh Allah SWT dan tetap merendah dihadapanNya karena kita hanyalah mahluk Allah dan tidak sepatutnya kita memiliki sifat sombong.


 
 
 

Recent Posts

See All

Comments


Post: Blog2_Post

©2025 by HMI FBE UII. Proudly created with Wix.com

bottom of page