Akal Ghosting
- HMI FBE UII

- Mar 19, 2021
- 3 min read
Updated: Mar 30, 2021
TINTA DAKWAH
Oleh: SINTALIA DEWI
Akal Bisa Ghosting Ya?!
Istilah ghosting banyak dipakai pada sebuah hubungan percintaan (baca: pacaran), tapi sebenarnya secara umum mah, ghosting bisa dipake apa aja, yang intinya membayang, membekas, menghilang dan sejenisnya. Nah, ghosting kali ini kita mau kaitkan dengan hilangnya akal. Wow, kalo hilang akalnya gila dong?
Hemm…, mungkin bisa mengarah ke gila juga, tapi belum sampe gila sih. Hilang akalnya di sini, lebih ke akalnya nggak lagi di tempatnya. Gini deh, biar kamu nggak tambah bingung dan makin nyambung ke bahasan kita kali ini, coba deh man-teman ingat lagi, pernah nggak punya teman or saudara yang kehilangan kesadaran karena mabuk? Bukan mabuk perjalanan ya, tapi mabuk karena minuman keras maupun mabuk karena narkoba.
Anggap aja man-teman pernah ngeliat orang mabuk beneran. Biasanya kalo orang mabuk, ngomognya suka ngaco, bahkan kalo mabuknya karena nyimeng atau nyabu lebih parah, perilakunya juga ikutan ngaco. Nah, itulah ciri-ciri orang yang akalnya sedang tidak ada di tempat, alias hilang kesadarannya. Bisa disebut halusinasi, mengigau, euforia dan sejenisnya.
Kalo tingkatannya udah jadi pecandu minol alias minuman berakohol, ada ciri-ciri yang bisa dideteksi. Di antaranya menurut P2PTM Kemenkes RI, (1) Suasana hati dan perilaku yang selalu berubah; (2) Menjadi pendiam dan penyendiri; (3) Tidak lagi tertarik menyalurkan hobi atau tidak tertarik untuk melakukan aktivitas positif; (4) Mata terlihat sayu dan merah; (5) Penurunan prestasi di sekolah atau kampus; (6) Daya ingat berkurang dan perubahan gaya bicara; dll
Nah, makin yakin kan, kalo para pecandu (pemabuk) itu sering akalnya ghosting? Bahkan kalo kecanduanya pada NAPZA (Narkotika, Putaw, Inex, Sabu, dll), lebih parah dari itu ciri-cirinya. Kalo levelnya udah pada sampe addict alias pecandu yang ketagihan, bisa ngelakuin apa aja. Mulai dari nyuri duit ortunya, sampe kejahatan yang lebih gila dari itu. Pantes banget kalo mereka disebut akalnya ghosting kan?
Islam Larang Miras Demi Jaga Akal
Bukan Islam kalo nggak lengkap hukumnya, bukan Islam kalo nggak mengandung rahmat dari aturan syariatnya. Pun ketika Islam ngelarang miras, Allah sebagai Al-Khaliq tentu Maha Tahu segalanya, termasuk bahaya atau akibat dari miras. Makanya pengertian minuman keras dalam Islam adalah minuman yang haram dan memabukkan.
“Hai orang-orang yang beriman, sesungguhnya (meminum) khamar, berjudi, (berkorban untuk) berhala, mengundi nasib dengan panah, adalah termasuk perbuatan syaitan. Maka jauhilah perbuatan-perbuatan itu agar kamu mendapat keberuntungan.” (QS. Al Maidah : 90)
“Mereka bertanya kepadamu tentang khamr dan judi. Katakanlah: “Pada keduanya itu terdapat dosa besar dan beberapa manfaat bagi manusia, tetapi dosa keduanya lebih besar dari manfaatnya…..” (QS. Al-Baqarah : 219)
Bahkan, lagi-lagi terkait dengan akal atau kesadaran, kita dilarang minum kamhr (miras) apalagi saat sedang shalat, karena kalo dalam keadaan mabuk, pasti hilang kesadaran, kontrol terhadap ucapan atau bacaan kita saat sholat.
“Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu shalat, sedang kamu dalam keadaan mabuk, sehingga kamu mengerti apa yang kamu ucapkan, …..” (QS. An Nisa : 43)
“Sesungguhnya setan itu bermaksud hendak menimbulkan permusuhan dan kebencian di antara kalian lantaran (meminum) khamar dan berjudi, dan menghalangi kalian dari mengingat Allah dan shalat, maka berhentilah kalian (dari mengerjakan pekerjaan itu)” (QS al-Ma’idah: 91)
Miras atau khamr bisa jadi asal muasal sebuah kejahatan. Orang saling bunuh ketika dalam keadaan mabuk berat, orang kecelakaan karena abis mabuk berat, orang bisa memperkosa, mencuri dan sebagainya berawal dari mengonsumsi miras. Pantaslah jika Rasulullah SAW mengingatkan:
“Janganlah kamu minum khamar (miras), karena sungguh khamar adalah kunci dari setiap keburukan” (HR Ibnu Majah)
Begitulah, miras telah merampas akal sehat para pengkonsumsi dan pecandunya. Miris banget, kalo ada yang bilang miras adalah simbol kemajuan dan modernitas. Mereka sudah kehilangan akal sehatnya, miras telah merenggut akalnya, hingga tak bisa berpikir baik-buruk, benar-salah, apalagi halal-haram.
Biar Akal Nggak Ghosting
Imam Ahmad meriwayatkan dari sahabat Ibnu ‘Abbas radhiyallahu ‘anhuma, ia berkata: Aku mendengar Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:
“Aku didatangi oleh Jibril dan ia berkata: Wahai Muhammad, sesungguhnya Allah melaknat khamar, melaknat orang yang membuatnya, orang yang meminta dibuatkan, penjualnya, pembelinya, peminumnya, pengguna hasil penjualannya, pembawanya, orang yang dibawakan kepadanya, penghidangnya dan orang yang dihidangkan kepadanya.” (HR Ahmad)
Jadi, biar kita jauh dari zona akal ghosting, maka kita kudu jauh dari zona pertemanan pengkonsumsi miras. Karena mulai dari yang bikin, sampe yang cuman disuruh beli aja, terkena laknat Allah. Ya, awalnya kita mungkin cuman jadi tukang nganternya aja, tapi kalo keseringan gaul dengan mereka, maka kalo kita nggak kepingin nyoba, pasti mereka juga nggak bakal tinggal diam, ngajak kita untuk terjerumus. Naudzubilllah.




Comments